Outdoor Learning 'Pengenalan Obyek Wisata Gua Batu Cermin' Kelas X ULP SMKN 1 Labuan Bajo

Kelas X Program keahlian Usaha Layanan Pariwisata (ULP) SMKN 1 Labuan melakukan kegiatan outdoor learning yaitu 'pengenalan obyek wisata Gua Batu Cermin'. Outdoor study atau pembelajaran di luar kelas merupakan bentuk pembelajaran yang mengajak siswa untuk melakukan aktivitas yang dapat membawa mereka mengamati lingkungan sekitar dan mengkoneksi materi yang didapatkan dalam indoor learning. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh beberapa guru produktif program ULP SMKN 1 Labuan Bajo, yaitu Heribertus Helgar, SE, selaku guru Mapel DDULP (Mapel Dasar-Dasar Usaha Layanan Pariwisata) kelas X ULP, Remigius Runtang, A.Md selaku guru mapel MICE (Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions) kelas XI dan XII ULP dan Philipus Janggur, SE selaku guru mapel PPPW (Perencanaan dan Pengelolaan Perjalanan Wisata) Kelas XI dan XII ULP. 

Kegiatan outdoor learning pada pengenalan obyek wisata gua batu cermin dilakukan selama 3 (tiga) hari, dari 16 Maret - 18 Maret 2023. Kegiatan familiarisasi obyek wisata gua batu cermin hari pertama diikuti oleh rombongan belajar (rombel) dari kelas X ULP-03 berjumlah 35 peserta didik (PD), hari kedua diikuti oleh rombel dari kelas X ULP-02 berjumlah 35 PD dan hari ketiga rombel dari kelas X ULP-01 berjumlah 35 PD. Sehingga total keseluruhan siswa yang ambil bagian dalam outdoor study berjumlah 105 PD.  

Heribertus Helgar, SE, sering dipanggil Ibe, selaku guru Mapel DDULP. Bliau menyampaikan bahwa kegiatan outdoor learning memutuskan untuk memilih obyek wisata Gua Batu Cermin (mirror stone cave) Labuan Bajo karena obyek wisata yang sangat dekat dengan sekolah.

"Hari ini siswa kelas X program ULP dari rombel kelas X ULP-03 melakukan kegiatan outdoor learning dengan mengunjungi obyek wisata Gua Batu Cermin. Siswa berkumpul di halaman taman wisata gua batu cermin pukul 09.25 WITA untuk mendapatkan informasi dari guru dan petugas Gua Batu Cermin terkait instruksi, larangan, barang dan hal-hal yang perlu dibawa sebelum menuju ke gua batu cermin dan kegiatan ini sampai pukul 12.45 WITA," jelas guru yang lulus P3K tahun 2021 itu Kamis, (16/03/2023) pagi. 

Lebih lanjut, Ibe menyampaikan bahwa siswa datang belajar langsung ke obyek wisata gua batu cermin berdasarkan salah satu elemen Mapel DDULP yaitu produk wisata. Produk wisata erat kaitannya dengan atraksi wisata, amenitas dan aksesibilitas. Dan tentu hal ini sejalan dengan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan saintifik, yang didalamnya terdapat beberapa langkah seperti mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. 

"Kegiatan pengenalan obyek wisata gua batu cermin oleh peserta didik kelas X program ULP sesuai elemen Mapel DDULP, yaitu produk wisata dan sejalan dengan pembelajaran pendekatan saintifik" ujar mantan ketua kompetensi keahlian ULP itu.

"Setelah melakukan kegiatan observasi obyek wisata Gua Batu Cermin, siswa diberi tugas membuat laporan singkat terkait sejarah singkat atau gambaran umum tentang Gua Batu Cermin, hal-hal yang menarik di Batu Cermin, fasilitas- fasilitas yang ada di Batu Cermin, fosil yang ada di Gua Batu Cermin, definisi fosil, stalaktit dan stalakmit, Entrance fee atau biaya masuk, binatang-binatang yang ada di Batu Cermin, dan pohon atau tumbuhan yang ada di Batu Cermin" tutupnya.

Secara administratif, Goa Batu Cermin berada di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jarak tempuh menuju Goa Batu Cermin dari Bandara Internasional Komodo sekitar 6,2 kilometer (km) dengan waktu tempuh kurang-lebih 15 menit. (Paje)

 

0 Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Inputan yang harus diisi ditandai *