BERITA SMKN 1 LABUAN BAJO - Sebanyak 105 siswa kelas X Program Keahlian Hotel SMKN 1 Labuan Bajo tahun pelajaran 2025/2026 mengikuti kegiatan observasi industri perhotelan di Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 22–23 Mei 2026, ini menjadi ruang belajar langsung bagi siswa untuk melihat dari dekat denyut kerja industri hotel di salah satu destinasi pariwisata super premium Indonesia.
Para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari tiga rombongan belajar, yakni kelas X Hotel 1 sebanyak 33 siswa, kelas X Hotel 2 sebanyak 36 siswa, dan kelas X Hotel 3 sebanyak 36 siswa. Mereka mengunjungi tiga hotel, yaitu Bintang Flores Hotel, Luwansa Hotel Labuan Bajo, dan Laprima Hotel.
Kegiatan ini didampingi oleh empat guru kejuruan Program Keahlian Hotel SMKN 1 Labuan Bajo, yakni Praxedis Jemini, S.Tr.Par.; Igenasius Ogi, S.Tr.Par.; Lusianty Thoma, S.Tr.Par.; dan Marselina A. Etin, S.Tr.Par. Kehadiran para guru pendamping menjadi kompas belajar bagi siswa selama berada di lingkungan industri, sehingga proses observasi berjalan terarah, tertib, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran vokasi.
Dalam kegiatan observasi tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan langsung dari pihak industri pada beberapa departemen hotel. Pada bagian restoran/Food & Beverage Service, siswa dilayani dan mendapat arahan dari Pak Willy. Pada departemen Housekeeping, siswa memperoleh penjelasan dari Bpk. Hardianus Hamsu selaku Senior Housekeeping. Sementara itu, pada bagian Front Office, siswa mendapatkan arahan dari Pak Mans selaku Front Office Manager (FOM).
Pendamping kegiatan observasi, Igenasius Ogi, S.Tr.Par., yang akrab disapa Pak Igan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan teori di ruang kelas dengan praktik nyata di dunia kerja.
“Kegiatan ini bertujuan menjembatani teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di industri. Melalui observasi ini, siswa dapat melihat langsung standar operasional, pelayanan, budaya kerja, dan digitalisasi yang diterapkan di hotel,” jelas Pak Igan, Jumaat sore (23/05/2025).
Menurut Pak Igan, observasi industri bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan proses pembelajaran kontekstual yang memberi ruang bagi siswa untuk mengenal ekosistem kerja perhotelan secara lebih utuh. Di sana, siswa tidak hanya melihat wajah pelayanan yang ramah, tetapi juga memahami sistem kerja yang bergerak rapi seperti mesin yang saling terhubung.
“Tujuan kegiatan ini menumbuhkan sikap profesional, disiplin, dan kooperatif sejak dini; mempersiapkan mental dan kompetensi siswa untuk Praktik Kerja Lapangan di kelas XI; melihat proses kerja di departemen Front Office, Housekeeping, dan Food & Beverage Service; mengenal standar pelayanan tamu sesungguhnya di dunia industri; serta memahami penerapan digitalisasi dalam operasional hotel,” ungkapnya.
Pendamping lainnya, Praxedis Jemini, S.Tr.Par., yang akrab disapa Ibu Sedis, menjelaskan bahwa setiap departemen di hotel memiliki standar operasional prosedur yang ketat. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi siswa agar memahami bahwa dunia industri menuntut kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab.
“Selama observasi, siswa kami mengamati bahwa setiap departemen memiliki SOP yang ketat. Petugas Front Office harus ramah, cekatan, dan menguasai bahasa asing. Departemen Housekeeping menjaga kebersihan dan kerapian kamar dengan detail. Bagian F&B menunjukkan pentingnya kerja sama tim saat melayani ratusan tamu. Hal yang paling terlihat adalah budaya kerja yang cepat, rapi, dan mengutamakan kepuasan tamu,” jelas Ibu Sedis.
Ibu Sedis menambahkan, pihak industri memberikan sambutan positif terhadap kegiatan observasi tersebut. Dukungan dari hotel-hotel di Labuan Bajo dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara sekolah vokasi dan dunia usaha maupun dunia industri.
“Pihak industri menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Harapannya, setelah observasi selesai, siswa kami dapat mulai menentukan passion sejak dini dan mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja di industri perhotelan,” tutupnya.
SMKN 1 Labuan Bajo berharap para siswa tidak hanya memahami teori perhotelan di atas kertas, tetapi juga mampu membaca langsung irama kerja industri. Observasi tersebut menjadi langkah awal bagi siswa untuk tumbuh sebagai calon tenaga profesional yang siap bersaing di sektor pariwisata dan perhotelan, terutama di Labuan Bajo yang terus berkembang sebagai etalase pariwisata kelas dunia.
Penulis/Editor: Paulus Jehamat, S.Pd
0 Komentar
Belum ada komentar.