Langkah Perdana Menuju Keselamatan Kerja yang Adil: FSPM Labuan Bajo Gelar Making Bed Competition di SMKN 1 Labuan Bajo

BERITA SMKN 1 LABUAN BAJO-Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Labuan Bajo menjadi tuan rumah ajang lomba “Making Bed Competition” yang diinisiasi oleh Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Cabang Labuan Bajo. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (22/11/2025) dengan mengusung tema Global Housekeeping Campaign (GHC), sebuah gerakan internasional yang menyerukan peningkatan keselamatan, kesejahteraan, dan pengakuan terhadap pekerja housekeeping di seluruh dunia.

Kegiatan ini diikuti oleh delegasi pelajar dan pekerja dari berbagai sekolah dan hotel di Labuan Bajo. Dari kalangan pelajar, peserta berasal dari: SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, SMK Stella Maris Labuan Bajo dan kampus Politeknik El Bajo Commodus. 

Sementara dari dunia kerja, peserta lomba datang dari Hotel Sudamala dan Hotel Ayana, hotel ternama di kawasan wisata premium Labuan Bajo. Kegiatan ini juga didampingi oleh guru produktif dari masing-masing delegasi sekolah, yang turut memberikan pembinaan serta dukungan teknis kepada peserta selama lomba berlangsung.

Kehadiran para peserta dari latar belakang pendidikan dan profesional menjadikan acara ini sebagai ajang kolaborasi antara sekolah kejuruan dan industri pariwisata.

Ketua penyelenggara, Bapak Porkarius Mahi, yang akrab disapa Pak Oris, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang penting dalam upaya memperkuat kesadaran akan pentingnya perlindungan dan keselamatan kerja di bidang housekeeping.

“Untuk Labuan Bajo, ini kegiatan perdana dari organisasi kami. Namun secara global, kegiatan seperti ini sudah berjalan selama 12 tahun di berbagai negara. Tujuannya sama: meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan kerja yang aman dan adil bagi pekerja housekeeping,” ujar Pak Oris.

Sebagai tuan rumah, Bapak Yulianus H. Halouvin, S.ST, yang akrab disapa Pak Yul, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini di sekolahnya.

 “Sebagai tuan rumah, kami bangga dapat menghadirkan 'Making Bed Competition' ini di SMKN 1 Labuan Bajo. Ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi ruang belajar bagi peserta didik untuk menunjukkan kompetensi perhotelan yang profesional dan berstandar industri,” ungkap Pak Yul.

Acara lomba ini dipandu oleh Alni Sakti, mahasiswa semester 6 Politeknik El Bajo Commodus, yang didapuk sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan gaya energik dan komunikatif, Alni berhasil membawakan jalannya acara dengan meriah dan penuh semangat.

Menurut Alni, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi keterampilan, tetapi juga wadah pembelajaran bersama bagi para peserta.

 “Lomba 'Making Bed Competition' ini dijuarai oleh kategori pelajar dari SMK Stella Maris Labuan Bajo sebagai juara pertama dan SMKN 1 Labuan Bajo sebagai juara kedua,” ujar Alni.

“Sedangkan untuk kategori pekerja, Hotel Ayana berhasil meraih juara satu dan dua, sementara Hotel Sudamala menempati posisi ketiga,” tambahnya.

Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori pelajar dan kategori pekerja. Untuk kategori pelajar, panitia menetapkan dua pemenang utama, sedangkan untuk kategori pekerja terdapat tiga juara.

 “Kami memberikan tiga juara untuk kategori pekerja karena jumlah peserta lebih banyak. Selain ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas antara pekerja dan pelajar,” jelas ketua FSPM Cabang Labuan Bajo.

"Para pemenang kompetisi Making Bed Competition ini berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan piagam penghargaan dari panitia" ucap MC Alni.

Lomba ini merupakan bagian dari Pekan Aksi Global (Global Week of Action) yang digagas oleh IUF (International Union of Food, Agriculture, Hotel, Restaurant, Catering, Tobacco, and Allied Workers’ Associations), federasi serikat pekerja internasional yang menaungi anggota di 21 negara.

FSPM sebagai afiliasi IUF di Indonesia aktif mengampanyekan isu kesejahteraan pekerja hotel, terutama bagi room attendant, melalui tema kampanye “Kuota Kamar Membunuh” (Room Quotas Kill). Kampanye ini menyoroti beban kerja berlebih, upah rendah, serta risiko kesehatan akibat target kerja yang tidak realistis.

Di balik hotel-hotel mewah dan megah, para pekerja housekeeping bekerja keras membersihkan kamar dalam waktu terbatas, melakukan pekerjaan fisik berat, dan terpapar bahan kimia berbahaya. Kampanye ini menegaskan bahwa kondisi tersebut berisiko menimbulkan cedera, penyakit akibat kerja, serta tekanan psikologis.

 “Industri perhotelan dapat mengakhiri penyalahgunaan atau perlakuan tidak pantas terhadap pekerja housekeeping, serta menghentikan kekerasan berbasis gender di tempat kerja,” seruan FSPM dalam pernyataannya.

 “Kami mengajak pelaku industri perhotelan untuk berdialog bersama serikat pekerja dan menciptakan tempat kerja yang aman bagi semua.”

Melalui tagar #MakeMyWorkplaceSafe, #StopGBVatWork, dan #FairHousekeeping, FSPM mengajak seluruh pelaku industri dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan tempat kerja yang aman, adil, dan manusiawi bagi pekerja housekeeping.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi lomba keterampilan, tetapi juga menjadi simbol perubahan menuju dunia kerja yang lebih beretika dan berkeadilan,” tutup Pak Oris.

PAJE/PAULUS JEHAMAT 

0 Komentar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Inputan yang harus diisi ditandai *